Tiba-tiba saja berhentilah di pinggir jalan seorang lelaki tua berpakaian lusuh pengendara sepeda kuno. Pandangan matanya tertuju pada selembar kertas timah pembungkus rokok di tengah jalan. Ketika kakinya hendak melangkah menghampirinya secara tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi mengangkangi kertas timah tersebut, serta merta kertas itu pun terbawa ke arah mobil melaju seolah-olah ia hendak berlari mengejarnya. Tampak Kecewa di wajah lelaki tua.

Ia pun kembali menghampiri sepeda tuanya yang mungkin labih tua dari usianya. Dituntunnya sepeda itu mengikuti arah larinya kertas timah, namun baru beberapa meter kertas timah tersebut berbalik arah dengan kecepatan tinggi setelah sebuah mobil dari arah berlawanan mengangkanginya, tampak lelaki tua itu kembali kecewa, distandarkannya sepeda tuanya, ia pun berjalan mencari kemana arah terbangnya kertas timah, kembali lagi sebuah mobil menyeret kertas timah ke arah berlawanan, lelaki tua yang terlanjur menyeberang itu kembali kecewa karena kali ini dia sepertinya benar-benar kehilangan kertas timah, di depan sebuah mobil terparkir tampak kepalanya menengok ke kiri dan ke kanan mencari kemana terbangnya kertas timah, akhirnya dia pun pasrah dan kembali menghampiri sepeda tuanya yang setia menunggunya tidak seperti kertas timah yang meninggalkannya. Tampak olehku kertas timah itu berada di bawah kolong mobil terparkir. Sepeninggal lelaki tua itu kertas timah kembali berlari-lari mengejar kendaraan yang melintas

 

*Catatan :

Sebenarnya ini akan saya tuliskan di plurk, lantas saya pindahkan ke Facebook, namun pada akhirnya saya letakkan di blog, kadang ide ngeblog itu bisa dari peristiwa sederhana, sederhana terkadang mempunyai makna luar biasa. Sayang sekali Hape saya pun sedang tidak bertenaga, seharusnya tadi momen bagus

Most Commented Posts