Target
Sudah beberapa waktu ini aku menjalani hidup dengan sistem target, target tentang sesuatu yang harus kuraih dalam jangka waktu tertentu. Semuanya bermula ketika di awal 2008 aku membaca sebuah novel Ayat-ayat Cinta, di situ digambarkan bahwa si Fahry membuat catatan-catatan dan target-target yang harus ia penuhi dalam jangka waktu tertentu, saat itu aku pun berpikir sepertinya melakukan hal seperti itu menarik, aku pun mulai memetakan cita-cita dan harapan apa yang hendak aku raih beserta waktunya di dalam otakku, aku tidak menuliskan seperti apa halnya Fahri.
Selulus STM aku sempat bercita-cita akan kuliah lagi ketika usia 30an, di saat aku sudah keluarga, tetapi seusai membaca novel itu aku jadi ingin memprioritaskan kuliah, aku ingin segera dan kala itu di akhir 2009 aku merencanakan agar kakiku bisa segera menginjak sebuah perguruan tinggi pada tahun 2010. Ah benar, tiba-tiba saja di akhir Desember 2009 seorang kawanku yang bekerja pada sebuah Sekolah Tinggi memberikan Informasi bahwa ada kuliah murah. Selayaknya hujan di musim kemarau maka semangatku kembali, ya seakan tak percaya aku akan kembali bersekolah. Meskipun ada sedikit halangan namun terimakasih buat orang-orang yang telah mengulurkan tangan agar aku bisa menaiki tanjakan itu.
Tak hanya itu satu persatu apa yang menjadi targetku pun jatuh kepelukan jauh lebih cepat dari apa yang aku targetkan, apa yang kutargetkan akan kudapatkan di akhir 2012 ternyata bisa kudapatkan di akhir 2011, walaupun tidak semua yang kutargetkan segera kudapat namun itu tidak mengurangi rasa Syukurku. Yang penting bagiku adalah membuat target, berupaya meraih, soal hasil adalah menjadi urusan Allah. Target selanjutnya adalah ketika aku lulus sudah menikah dan menjadi pengusaha. Mungkin bagi orang yang terbiasa mencibir ini adalah mimpi yang muluk-muluk, kalau kata orang Jawa “Ora ngilo githok e” yang dijika diterjemahkan secara bebas adalah tidak bercermin siapa dirimu kok sampai bercita-cita seperti itu. Ah biarlah mereka mencibir dan nyinyir, kata Mario Teguh hadiah bagi orang yang disepelekan adalah terkejutnya orang-orang yang menyepelekan ketika orang yang disepelekan berhasil dalam hidupnya, hmm….. ya sudahlah, saatnya memantaskan diri.

Pengen bikin target-target kek gituan lagi, kek waktu zaman kuliah dulu itu, Jek. Tapi… :(