Matur Nuwun Kang Herry
Malam ini 20 Desember 2011 tampuk tertinggi pemimpin Kota Jogja berpindah dari beliau Bapak Herry Zudianto ke tangan Wakil Walikota yang telah terpilih menjadi Walikota periode 2011 – 2016 melalui Pilkada beberapa waktu lalu. Jika diperkenankan maka saya mengingkan beliau yang memimpin kembali namun itu tidak memungkinkan karena pasca lengsernya “Bapak Pembangunan” telah ditetapkan bahwa pemimpin di negeri ini maksimal memimpin selama 2 periode dan beliau sudah bertahta sejak 2001.
Beragam penghargaan telah beliau terima dalam kurun waktu 10 tahun memimpin, beliau adalah sosok yang dicintai rakyatnya, hampir seluruh kebijakannya mendapat apresiasi masyarakat. Terlahirnya Taman Pintar menjadikan kota ini mendapat predikat Kota Ramah anak, penghijau pun digalakkan di mana-mana bahkan sampai di tengah jalan pun ditanami pohon. Di tangan beliau pula terlahir sebuah program yang bernama “SEGO SEGAWE” yaitu Sepeda Kanggo Sekolah lan Nyambut Gawe yang bermakna sepeda untuk sekolah dan pergi kerja, hal tersebut bukan semata slogan tapi langkah nyata beliau, di jalan-jalan protokol pada setiap perempatan diberikan ruang khusus pesepeda untuk berhenti, walaupun sayang pesepada jarang memanfaatkannya dan diambil alih pengendara motor. Untuk merayakan acara penting di kota ini pun beliau lakukan dengan gerakan bersepeda, seperti Ulang Tahun kota Jogja dan beberapa event penting pada malam hari. Di mata saya beliau adalah sosok pemimpin yang mau “cancut tali wondho” yaitu sosok pemimpin yang mau turun tangan langsung.
Sedikit kilas balik 5 tahun yang lalu pasca gempa Jogja, kala itu diadakan Pilkada untuk memilih Walikota dan Wawali, saat itu saya yang akan berangkat kerja tiba-tiba harus berhenti sejenak karena ada iring-iringan rombongan kampanye, yang unik mereka menggunakan sepeda dan pakaian batik sambil tebar senyum. Jujur saat itu saya agak sinis, saya mempertanyakan apa iya akan konsisten menggiatkan sepeda di kota ini, akhirnya beliau buktikan selama 5 tahun ini, salam pak dan terimakasih
Malam ini beliau resmi berhenti menjadi pemimpin tertinggi di Kota ini, malam ini pula aktivitas pesepeda yang tergabung dalam Jogja Last Friday Ride mengadakan acara “ndereke pak Walikota” yaitu sebuah kegiatan di mana para pesepeda akan mengiring kepulangan pak Herry dari Balaikota ke rumahnya di daerah Golo, ah rasanya kok ya semedhot alias kehilangan ya, teruslah berkarya pak, terimakasih kami untukmu selama 10 tahun ini. Terimakasih pernah menjawab pertanyaan saya di status Facebook bapak, terimakasih pernah menanggapi kiriman saya di dinding Facebook bapak, sepertinya remeh tapi itu memberikan nilai plus buat bapak
. Engkau bukan sosok pemimpin tanpa cela, engkau bukan sosok pemimpin sempurna tapi engkau adalah sosok pemimpin yang bersahaja, sosok pemimpin yang mengerti rakyatnya

Ora ono program Sego Selawe tah, Jek? Aku luwe, e.