Salah Kostum itu adalah ketika memakai celana pendek dan bertopi di tempat Wisata ketika tiba-tiba sebuah sepeda motor berhenti di depanku dan bertanya :

+ : Mas, Parkiran motor ngendi???” (mas, parkirannya sebelah mana ya?)

-: Wah rangerti yo mas…. (wah, nggak tau ya mas…)

+ : Wooo, tak kiro mas’e tukang parkir jeh (Oh, tak kira tukang parkir)

-: :-&

Salah Kostum itu adalah ketika memakai baju batik pergi ke toko batik tatkala seorang ibu-ibu bertanya padakuĀ 

+ : Mas, kamar kecilnya sebelah mana ya?

- : Maaf bu, saya tidak tahu….

+ : Owh saya kira masnya penjaga toko

Sore ini lagi, ketika aku berada di sebuah toko grosir snack, sebenarnya bukan pertama kali aku datang ke tempat itu, ini yang kesekian kali, tapi mungkin karena di tengah rintik hujan sedangkan aku berjaket rapi dan menggendong sebuah tas punggung yang kujadikan tas dada sehingga menambah suasana seakan aku seperti apa yang mereka sangka.

kartun blangkon

+ : Mbak, Snack Z (kataku sambil menunjuk deretan rak atas)

- : Sebentar ya mas, nanti sama mbaknya itu

+ : Ya mbak

Sekitar 5 menit lebih aku menunggu giliranku karena rupanya grosir snack tersebut cukup ramai, kemudian tampak sesosok wanita wajahnya tampak terpoles bedak lebih tebal dari yang lainnya, secara tersirat menegaskan ia memiliki sedikit jabatan penting di situ.

x : Apa mas?

-: Snack Z mbak

x : Bawa nota mas?

- : Nota???

x : Nota tagihan…

- : Ng….. itu mbak, saya mau beli Snack Z (jawabku seakan terperccaya dengan apa yang mereka sangkakan sembari tanganku menunjuk deretan Snack Z)

x : owh beli toh mas, ah salah kamu (katanya sambil menunjuk si mbak “+” yang pertama melayaniku)

+ : he he he tadi saya kira dari Snack Z

Aku pun cuma tersenyum kecil, sambil berpikir sepertinya aku salah kostum.

 

Catatan :

Penulis tidak bermaksud memandang rendah profesi apa yang pernah orang prasangkan seperti tertulis di atas, penulis cuma ingin berbagi kagetnya ketika kita dikira bukan sebagai diri kita sendiri.

Most Commented Posts