Pada sebuah Sabtu dini hari yang dingin menggigit sampai ke dalam tulang tercetuslah sebuah ide untuk mengirimkan email massal kepada beberapa sahabatku yang ada di dalam kontak email. Aku kirimkan tentang apa itu arti kesabaran dan kedewasaan. Sayang hanya satu orang saja yang memberikan umpan balik dengan memuaskan, seperti inilah pertanyaan saya

Salam Pramuka,
Saudara-saudara menurut anda apa itu kedewasaan dan kesabaran?
Apakah sabar itu artinya tidak boleh marah, lalu apakah dewasa itu marah pada tempatnya? Lalu tempatnya di mana? Di hatimu?

 

Boleh dijawab bercanda boleh serius, tapi saya suka bercanda yang serius.

Lantas jawaban yang saya dapatkan dari saudara Feriska

Kedewasaan adalah ukuran di mana kita dilegalkan untuk melihat dan melakukan hal-hal dan tindakan-tindakan yang dewasa seperti melihat ketelanjangan dalam wujud seekor rusa atau melakukan diam sebagai wujud protes atau menunggu dan berpikir untuk mengambil tindakan selanjutnya. Dalam hal yang terakhir ini, kedewasaan memiliki wujud kesabaran yang tak ada batasnya sehingga ia dapat melakukan tindakan marah pada waktu, tempat, dan objek yang tepat. Kedewasaan tidak akan mengambil kewenangannya secara sepihak melainkan memikirkannya terlebih dahulu secara cermat dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Wujud kedewasaan dapat menjelma antara lain di dalam diri seorang muda manakala ia dapat memetik hikmah dari kebun buah kehidupan serta menerapkannya secara nyata dalam rasa, sikap, dan perbuatannya. Wujud kedewasaan tidak akan pernah ada di dalam diri seorang tua manakala ia membuang hajatnya dan amarahnya tidak pada tempatnya.

 

Kesabaran adalah sewujud kecil dari rupa kedewasaan.

Kesabaran sejati sesungguhnya hanya dapat dimiliki oleh orang-orang yang memiliki kedewasaan lagi kaya akan monyet, nilai-nilai moral, dan ilmu pengetahuan. Kesabaran sejati ini mutlak dimiliki oleh seorang yang menghendaki kebahagiaan dalam hidup dan membuang hajat.

 

Hmmmm, saya masih menunggu jawaban yang lain, masih ada ganjalan di hati apa itu kedewasaan dan kesabaran

4 Thoughts on “Kesabaran dan Kedewasaan

  1. Lah, kok biso mention? Piye carane kuwi? Wuih, canggih!

    Mustine kowe ngekeki tanggepan nggo jawabanku kuwi mau, dab. (muscle)

  2. aku ga dikirimin. cih.

Leave a Reply

Post Navigation